Iklan

Friday, November 23, 2012

PENDUDUKAN DI INDONESIA



BAB I
PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG
                Seiring dengan berkembangnya zaman ini proses sosial yang terjadi dalam penduduk kemsayarakatan dan kebudayaan ini selalu berhubungan atau berkesinambungan guna untuk satu tujuan mencapai kesejahteraan sosial.
Penduduk dan masyarakat harus saling berinteraksi sosial karena mereka adalah mahluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain.di tambah dengan kebudayaan Indonesia ini kehidupan yang ada akan menjadi beragam tetapi tetap damai.
I.2 RUMUSAN MASALAH
·         Apa yang pengertian penduduk,masyarakat dan budaya?
·         Mengapa harus bersosialisasi?
·         Apakah realita yang sedang terjadi di penduduk, masyarakat dan budaya?
I.3 TUJUAN
·         Menjelaskan definisi penduduk,masyarakat  dan kebudayaan
·         Mengetahui realita keadaan penduduk,masyarakat dan kebudayaan saat ini
·         Menjelaskan kenapa pentingnya bersosialisasi

BAB II
PEMBAHASAN
PENDUDUK,MASYARAKAT  & KEBUDAYAAN
Penduduk adalah suatu kumpulan individu yang berada atau yang menempati di satu wilayah,penduduk itu perannya sangat penting didalam suatu negara karena tanpa adanya penduduk di negara ini tidak akan terbentuk suatu negara.Didalam  sebuah kependudukan terdapat beragam individu yang memiliki sebuah karakter  yang  berbeda – beda,namun memiliki satu tujuan untuk bertahan hidup.Mereka saling membutuhkan satu sama lain,karena manusia itu adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri.Kependudukan itu memiliki sikap yang tenggang rasa tidak saling menjatuhkan satu sama lain,mereka ingin memiliki kesejahteraan hidup,agar tercapainya kesejahteraan hidup didalam penduduk harus adanya keamanan dan ketentraman dalam lingkungan  itu dan harus mempunyai sikap bersosialisasi terhadap siapapun dan tidak memandang status.
Dari tahun ketahun penduduk di Indonesia ini semakin lama semakin meningkat jumlahnya hingga bisa disebut sebagai Kepadatan penduduk.Kepadatan penduduk itu sendiri dapat dihitung dengan cara membagi jumlah penduduk itu sendiri dengan luas area dimana mereka tinggal.Kepadatan penduduk itu disebabkan oleh adanya faktor kelahiran,dan untuk mengantisipasi kepadatan penduduk itu adalah dengan cara membatasi tingkat kelahiran yang ada di I ndonesia ini dengan begitu kepadatan penduduk itu akan sedikit berkurang.Dan di Indonesia ini sudah diterapkannya program KB ( Keluarga Berencana ) program ini cukup efektif untuk membatasi peningkatan penduduk yang ada di Indonesia ini.
Berdasarkan data sensus penduduk yang diadakan setiap 10 tahu sekali,diperoleh jumlah data penduduk indonesia sebagai berikut :
a. Tahun 1961 = 97,1 juta jiwa
b. Tahun 1971 = 119,2 juta jiwa
c. Tahun 1980 = 147,5 juta jiwa
d. Tahun 1990 = 179.321.641 juta jiwa
e. Tahun 2004 = 238.452 juta jiwa  
Melihat data yang diperoleh dari sensus penduduk tersebut indonesia merupakan negara yang tingkat kepadatan penduduknya cukup tinggi walaupun RRC masih negara yang paling tinggi tingkat kepadatan penduduknya.dan sensus penduduk ( cacah jiwa ) yaitu pengumpulan,pengolahan,penyajian dan penyebarluasan data kependudukan.Jumlah kependudukan itu sendiri ditentukan oleh :
a.Angka Kematian
            Angka kematian adalah data yang menunjukkan tingkat kematian manusia dari setiap tahunnya.
b.Angka Kelahiran
Angka kelahiran adalah data yang menunjukkan tingkat kelahiran manusia  dari setiap tahunnya.
c.Perpindahan Penduduk
            perpindahan penduduk itu dapat dibagi menjadi :
a.Urbanisasi
            Yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota apabila didesa tersebut sudah padat penduduknya,maka penduduk yang ada di desa tersebut akan pindah ke kota yang jarang penduduknya.
b.Reurbanisasi
            Yaitu perpindahan penduduk dari kota kedesa kembali,karena di kota tersebut juga padat penduduknya,maka penduduk yang dari kota tersebut pindah kedesa.
c.Emigrasi
            Yaitu perpindahan penduduk dari dalam negeri keluar negeri karena didalam negeri tersebut sudah padat penduduknya maka penduduk yang ada didalam negeri tersebut pindah keluar negeri.
d.Imigrasi
            Yaitu perpindahan penduduk dari luar negeri kedalam negeri kembali karena diluar negeri tersebut juga sudah padat penduduknya.
e.Remigrasi
            Yaitu perpindahan penduduk dari negara luar kembali ke negara asal
f.Transmigarasi
            Yaitu perpindahan penduduk dari satu pulau kepulau yang lain dalam satu negara karena dalam pulau tersebut sudah banyak penduduknya maka penduduk tersebut pindah kepulau yang lainnya tapi masih dalam satu negara.
Mengenai realita yang ada dalam pendudukan di Indonesia ini bahwa 50% penduduk di Indonesia ini masih tergolong miskin,menurut data yang didapat dari BPS.BPS melansir jumlah peduduk miskin,atau penduduk yang dengan pengeluaran per kapita per bulan dibawah garis kemiskinan di Indonesia pada Maret 2011 mencapai 30,02 juta orang ( 12,49 persen ), turun 1,00 juta orang ( 0,84 persen) dibandingkan dengan penduduk miskin pada maret 2010 yang sebesar 31,02 juta orang ( 13,33 persen).
Kalau dilihat-lihat di Kota-kota besar terutama Jakarta adalah sasaran pencari kerja dari pedesaan dimana dengan adanya modernisasi teknologi,rakyat pedesaan dibombardir dengan kehidupan serba wah yang ada dikota besar apa saja yang ada dikota ini dari yang tidak ada menjadi ada,sehingga semakin mendorong mereka meninggalkan kampungnya.
Akhirnya penduduk tersebut pindah ke kota-kota besar yang mereka pikir bahwa dengan mereka hidup di jakarta itu lebih mudah untuk mencari pekerjaan dan men ingkatkan taraf hidup mereka,tapi nyatanya bahwa kehidupan di kota –kota besar itu persaingan hidup sangat keras dan mencari sebuah pekerjaan itu tidak mudah,yang hanya bermodal pendidikan dasar saja sangat sulit untuk mendapatkan sebuah pekerjaan,yang hanya ada dapat pekerjaan kasar saja.Pendidikan itu sangat perlu,malah bukan perlu lagi tapi dibutuhkan pada setiap orang yang ada di negara ini,karena tanpa adanya pendidikan mereka tidak akan tahu apa saja yang terjadi tentang perkembangan jaman ini.
Dan faktanya banyak orang yang dari desa kekota yang sekarang bisa dibilang penduduk kota itu,bukannya malah sejahtera melainkan menderita karena hidup di kota besar ini yang sangat keras persaingannya.akhirnya mereka pun banyak yang menjadi pengangguran sebagian besar ada yang mengemis – ngemis dijalan,dengan kenyataan seperti itu pendudukan di indonesia ini belum mencapai kesejahteraan.
Seiring dengan perkembangan jaman kesejahteraan pendudukan di Indonesia ini belum merata,kenapa bisa dibilang demikian karena masih banyak rakyat yang kaya dan tidak sedikit pula yang masih miskin.Karena disebabkan oleh Faktor” seperti pendidikan,pekerjaan dan tempat tinggal.
Hubungan penduduk dan masyarakat tidak lepas dari suatu kesatuan hidup,penduduk dan masyarakat mereka adalah mahluk sosial ( society) yang sama satu tujuan hidup dan dalam kemsayarakatan terdapat kebudayaan” yang dimiliki dari setiap suku” bangsa.Masyarakat identik dengan mata pencahariaannya,mata pencahariaan sebagian besar masyarakat Indonesia adalah sebagai Nelayan dan Petani.Hidup bermasyarakat itu sangat penting dalam kehidupan karena kalau kita tidak hidup bermasyarakat kita tidak akan bisa hidup sebagaimana mestinya karena kita saling membutuhkan satu sama lain.
Masyarakat memiliki sebuah tatanan yang apabila kelompok tersebut hidup bersama dalam suatu hubungan yang memiliki suatu sistem yang mengatur kehidupan kelompok tersebut.Dilihat dari kecenderungan manusia yang modern sekarang itu cenderung hidup bersama dalam kelompok yang memiliki pola hidup yang sama seperti pemikiran,perasaan dan tujuan yang sama pula,maka sekelompok tersebut itu sudah dikatakan sebagai kelompok masyarakat.
Tatanan sebuah masyarakat diatur mulai dari struktur terendah hingga pada struktur yang tinggi dan tertinggi.Misalnya dikalangan lapisan masyarakat yang paling rapat hubungannya dibentuklah tatanan masyarakat sebagai suatu kerukunan Warga dan kerukunan Tetangga biasanya dengan istilah RW dan RT.
Adanya aturan hidup bermasyarakat adalah untuk membentuk kesejahteraan masyarakatnya,jika diperlukan dan tatanan masyarakat tersebut semakin meluas namun masih dalam satu pola pemikiran,kecenderungan,perasaan dan tujuan yang sama; maka dibentuklah lagi tatanan masyarakat yang lebih meluas,misalnya dusun,kelurahan dan desa .dan begitu seterusnya.
Di dalam setiap tatanan masyarakat pasti akan selalu membutuhkan peraturan dan penerapan yang berbeda – beda.Tergantung pada kebutuhan golongan hidup masyarakat tersebut.Dan biasanya peaturan tersebut dibuat untuk menunjang suatu kepentingan bersama yang dirumuskan dalam suatu peraturan bersama.
Peraturan tersebut kemudian didistribusikan kembali kepada masyarakat lengkap dengan konsekuensi yang apabila mentaati peraturan tersebut dan sanksi apabila ada yang melanggar peraturan tersebut.
Kelompok masyarakat berdasarkan ahli sosiologi,dari jaman pra sejarah sampai saat ini masyarakat dibagi menjadi beberapa kelompok umum diantaranya :
1.Kelompok Masyarakat Pemburu
Kelompok masyarakat ini juga sering disebut  pastoral nomadis.Kelompok masyarakat pemburu tersebut bertahan hidup dengan memburu hewan- hewan sebagai bahan makanannya,kulit-kulitya dimanfaatkan sebagai pakaiannya dan seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi kelompok masyarakat pemburu ini sudah jarang ditemukan.
2.Kelompok Masyarakat Bercocok tanam
            Kelompok masyarakat ini juga biasa disebut masyarakat peradaban.Kelompok masyarakat ini bertahan hidup dengan bercocok tanam atau disebut juga agrikultural intensif.Kelompok masyarakat bercocok tanam hingga saat ini masih eksis,justru masyarakat bercocok tanam sebagai tulang punggung sebagai penyediaan bahan pangan bagi masyarakat luas pada umumnya.
3.Kelompok Masyarakat Industri
            Masyarakat yang sebagian besar bertahan hidup dengan bekerja dibidang industri,masyarakat industri ini masih eksis dengan perkembangan jaman.
4.Kelompok masyarakat Pasca Industri
            Masyarakat yang bertahan hidup dengan perkembangan teknologi.
Edukasi dalam bermasyarakat sangat banyak dari bidang pendidikan,perbankan,kesehatan dan lain-lain.semua itu untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.
Sebuah kebudayaan tumbuh didalam masyarakat selalu berkesinambungan kebudayaan yang ada di Indonesia ini harus dilestarikan.banyak sekali masyarakat di Indonesia ini yang sekarang sedang melestarikan kebudayaan Indonesia ini.
Berdasarkan wujudnya tersebut, Budaya memiliki beberapa elemen atau komponen, menurut ahli atropologi Cateora, yaitu :
  • Kebudayaan material
Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.
  • Kebudayaan nonmaterial
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.

  • Lembaga social
Lembaga social dan pendidikan memberikan peran yang banyak dalam kontek berhubungan dan berkomunikasi di alam masyarakat. Sistem social yang terbantuk dalam suatu Negara akan menjadi dasar dan konsep yang berlaku pada tatanan social masyarakat. Contoh Di Indonesia pada kota dan desa dibeberapa wilayah, wanita tidak perlu sekolah yang tinggi apalagi bekerja pada satu instansi atau perusahaan. Tetapi di kota – kota besar hal tersebut terbalik, wajar seorang wanita memilik karier

·         Sistem kepercayaan
  Bagaimana masyarakat mengembangkan dan membangun system kepercayaan atau keyakinan terhadap sesuatu, hal ini akan mempengaruhi system penilaian yang ada dalam masyarakat. Sistem keyakinan ini akan mempengaruhi dalam kebiasaan, bagaimana memandang hidup dan kehidupan, cara mereka berkonsumsi, sampai dengan cara bagaimana berkomunikasi.

       Estetika

        Berhubungan dengan seni dan kesenian, music, cerita, dongeng, hikayat, drama dan tari –tarian, yang berlaku dan berkembang dalam masyarakat. Seperti di Indonesia setiap masyarakatnya memiliki nilai estetika sendiri. Nilai estetika ini perlu dipahami dalam segala peran, agar pesan yang akan kita sampaikan dapat mencapai tujuan dan efektif. Misalkan di beberapa wilayah dan bersifat kedaerah, setiap akan membangu bagunan jenis apa saj harus meletakan janur kuning dan buah – buahan, sebagai symbol yang arti disetiap derah berbeda. Tetapi di kota besar seperti Jakarta jarang mungkin tidak terlihat masyarakatnya menggunakan cara tersebut.

·         Bahasa
Bahasa merupakan alat pengatar dalam berkomunikasi, bahasa untuk setiap walayah, bagian dan Negara memiliki perbedaan yang sangat komplek. Dalam ilmu komunikasi bahasa merupakan komponen komunikasi yang sulit dipahami. Bahasa memiliki sidat unik dan komplek, yang hanya dapat dimengerti oleh pengguna bahasa tersebu. Jadi keunikan dan kekomplekan bahasa ini harus dipelajari dan dipahami agar komunikasi lebih baik dan efektif dengan memperoleh nilai empati dan simpati dari orang lain.

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.]Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam" d Jepang dan "kepatuhan kolektif" di Cina.
Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau berhubungan satu sama lain, baik lewat tulisan, lisan, ataupun gerakan (bahasa isyarat), dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain. Melalui bahasa, manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat, tingkah laku, tata krama masyarakat, dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk masyarakat.
Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi menjadi fungsi umum dan fungsi khusus. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi, dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial. Sedangkan fungsi bahasa secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari, mewujudkan seni (sastra), mempelajari naskah-naskah kuno, dan untuk mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ada kalanya pengetahuan, pemahaman, dan daya tahan fisik manusia dalam menguasai dan mengungkap rahasia-rahasia alam sangat terbatas. Secara bersamaan, muncul keyakinan akan adanya penguasa tertinggi dari sistem jagad raya ini, yang juga mengendalikan manusia sebagai salah satu bagian jagad raya. Sehubungan dengan itu, baik secara individual maupun hidup bermasyarakat, manusia tidak dapat dilepaskan dari religi atau sistem kepercayaan kepada penguasa alam semesta.
Agama dan sistem kepercayaan lainnya seringkali terintegrasi dengan kebudayaan
Saat ini, kebanyakan orang memahami gagasan "budaya" yang dikembangkan di Eropa pada abad ke-18 dan awal abad ke-19. Gagasan tentang "budaya" ini merefleksikan adanya ketidakseimbangan antara kekuatan Eropa dan kekuatan daerah-daerah yang dijajahnya.
Mereka menganggap 'kebudayaan' sebagai "peradaban" sebagai lawan kata dari "alam". Menurut cara pikir ini, kebudayaan satu dengan kebudayaan lain dapat diperbandingkan; salah satu kebudayaan pasti lebih tinggi dari kebudayaan lainnya.
Pada prakteknya, kata kebudayaan merujuk pada benda-benda dan aktivitas yang "elit" seperti misalnya memakai baju yang berkelas, fine art, atau mendengarkan musik klasik, sementara kata berkebudayaan digunakan untuk menggambarkan orang yang mengetahui, dan mengambil bagian, dari aktivitas-aktivitas di atas.
contohnya, jika seseorang berpendendapat bahwa musik klasik adalah musik yang "berkelas", elit, dan bercita rasa seni, sementara musik tradisional dianggap sebagai musik yang kampungan dan ketinggalan zaman, maka timbul anggapan bahwa ia adalah orang yang sudah "berkebudayaan".
Orang yang menggunakan kata "kebudayaan" dengan cara ini tidak percaya ada kebudayaan lain yang eksis; mereka percaya bahwa kebudayaan hanya ada satu dan menjadi tolak ukur norma dan nilai di seluruh dunia. Menurut cara pandang ini, seseorang yang memiliki kebiasaan yang berbeda dengan mereka yang "berkebudayaan" disebut sebagai orang yang "tidak berkebudayaan"; bukan sebagai orang "dari kebudayaan yang lain." Orang yang "tidak berkebudayaan" dikatakan lebih "alam," dan para pengamat seringkali mempertahankan elemen dari kebudayaan tingkat tinggi (high culture) untuk menekan pemikiran "manusia alami" (human nature)
Sejak abad ke-18, beberapa kritik sosial telah menerima adanya perbedaan antara berkebudayaan dan tidak berkebudayaan, tetapi perbandingan itu -berkebudayaan dan tidak berkebudayaan- dapat menekan interpretasi perbaikan dan interpretasi pengalaman sebagai perkembangan yang merusak dan "tidak alami" yang mengaburkan dan menyimpangkan sifat dasar manusia.
Dalam hal ini, musik tradisional (yang diciptakan oleh masyarakat kelas pekerja) dianggap mengekspresikan "jalan hidup yang alami" (natural way of life), dan musik klasik sebagai suatu kemunduran dan kemerosotan.
Saat ini kebanyak ilmuwan sosial menolak untuk memperbandingkan antara kebudayaan dengan alam dan konsep monadik yang pernah berlaku. Mereka menganggap bahwa kebudayaan yang sebelumnya dianggap "tidak elit" dan "kebudayaan elit" adalah sama - masing-masing masyarakat memiliki kebudayaan yang tidak dapat diperbandingkan.
Pengamat sosial membedakan beberapa kebudayaan sebagai kultur populer (popular culture) atau pop kultur, yang berarti barang atau aktivitas yang diproduksi dan dikonsumsi oleh banyak orang.
Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur), yaitu sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan induknya. Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya karena perbedaan umur, ras, etnisitas, kelas, aesthetik, agama, pekerjaan, pandangan politik dan gender,
Ada beberapa cara yang dilakukan masyarakat ketika berhadapan dengan imigran dan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan asli. Cara yang dipilih masyarakat tergantung pada seberapa besar perbedaan kebudayaan induk dengan kebudayaan minoritas, seberapa banyak imigran yang datang, watak dari penduduk asli, keefektifan dan keintensifan komunikasi antar budaya, dan tipe pemerintahan yang berkuasa.
  • Monokulturalisme: Pemerintah mengusahakan terjadinya asimilasi kebudayaan sehingga masyarakat yang berbeda kebudayaan menjadi satu dan saling bekerja sama.
  • Leitkultur (kebudayaan inti): Sebuah model yang dikembangkan oleh Bassam Tibi di Jerman. Dalam Leitkultur, kelompok minoritas dapat menjaga dan mengembangkan kebudayaannya sendiri, tanpa bertentangan dengan kebudayaan induk yang ada dalam masyarakat asli.
  • Melting Pot: Kebudayaan imigran/asing berbaur dan bergabung dengan kebudayaan asli tanpa campur tangan pemerintah.
  • Multikulturalisme: Sebuah kebijakan yang mengharuskan imigran dan kelompok minoritas untuk menjaga kebudayaan mereka masing-masing dan berinteraksi secara damai dengan kebudayaan induk.
·         Seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi, hubungan dan saling keterkaitan kebudayaan-kebudayaan di dunia saat ini sangat tinggi. Selain kemajuan teknologi dan informasi, hal tersebut juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi, migrasi, dan agama.
·         Afrika
·         Beberapa kebudayaan di benua Afrika terbentuk melalui penjajahan Eropa, seperti kebudayaan Sub-Sahara. Sementara itu, wilayah Afrika Utara lebih banyak terpengaruh oleh kebudayaan Arab dan Islam.
·         Orang Hopi yang sedang menenun dengan alat tradisional di Amerika Serikat.
·         Amerika
·         Kebudayaan di benua Amerika dipengaruhi oleh suku-suku Asli benua Amerika; orang-orang dari Afrika (terutama di Amerika Serikat), dan para imigran Eropa terutama Spanyol, Inggris, Perancis, Portugis, Jerman, dan Belanda.
·         Asia
·         Asia memiliki berbagai kebudayaan yang berbeda satu sama lain, meskipun begitu, beberapa dari kebudayaan tersebut memiliki pengaruh yang menonjol terhadap kebudayaan lain, seperti misalnya pengaruh kebudayaan Tiongkok kepada kebudayaan Jepang, Korea, dan Vietnam.
·         Dalam bidang agama, agama Budha dan Taoisme banyak memengaruhi kebudayaan di Asia Timur. Selain kedua Agama tersebut, norma dan nilai Agama Islam juga turut memengaruhi kebudayaan terutama di wilayah Asia Selatan dan tenggara.
·         Australia
·         Kebanyakan budaya di Australia masa kini berakar dari kebudayaan Eropa dan Amerika. Kebudayaan Eropa dan Amerika tersebut kemudian dikembangkan dan disesuaikan dengan lingkungan benua Australia, serta diintegrasikan dengan kebudayaan penduduk asli benua Australia, Aborigin.
·         Eropa
·         Kebudayaan Eropa banyak terpengaruh oleh kebudayaan negara-negara yang pernah dijajahnya. Kebudayaan ini dikenal juga dengan sebutan "kebudayaan barat". Kebudayaan ini telah diserap oleh banyak kebudayaan, hal ini terbukti dengan banyaknya pengguna bahasa Inggris dan bahasa Eropa lainnya di seluruh dunia. Selain dipengaruhi oleh kebudayaan negara yang pernah dijajah, kebudayaan ini juga dipengaruhi oleh kebudayaan Yunani kuno, Romawi kuno, dan agama Kristen, meskipun kepercayaan akan agama banyak mengalami kemunduran beberapa tahun ini.
·         Timur Tengah dan Afrika Utara
·         Kebudayaan didaerah Timur Tengah dan Afrika Utara saat ini kebanyakan sangat dipengaruhi oleh nilai dan norma agama Islam, meskipun tidak hanya agama Islam yang berkembang di daerah ini.
·         Selama Era Romantis, para cendekiawan di Jerman, khususnya mereka yang peduli terhadap gerakan nasionalisme - seperti misalnya perjuangan nasionalis untuk menyatukan Jerman, dan perjuangan nasionalis dari etnis minoritas melawan Kekaisaran Austria-Hongaria - mengembangkan sebuah gagasan kebudayaan dalam "sudut pandang umum".
·         Pemikiran ini menganggap suatu budaya dengan budaya lainnya memiliki perbedaan dan kekhasan masing-masing. Karenanya, budaya tidak dapat diperbandingkan. Meskipun begitu, gagasan ini masih mengakui adanya pemisahan antara "berkebudayaan" dengan "tidak berkebudayaan" atau kebudayaan "primitif."
·         Pada akhir abad ke-19, para ahli antropologi telah memakai kata kebudayaan dengan definisi yang lebih luas. Bertolak dari teori evolusi, mereka mengasumsikan bahwa setiap manusia tumbuh dan berevolusi bersama, dan dari evolusi itulah tercipta kebudayaan.
·         Pada tahun 50-an, subkebudayaan - kelompok dengan perilaku yang sedikit berbeda dari kebudayaan induknya - mulai dijadikan subyek penelitian oleh para ahli sosiologi. Pada abad ini pula, terjadi popularisasi ide kebudayaan perusahaan - perbedaan dan bakat dalam konteks pekerja organisasi atau tempat bekerja.
Komponen-komponen atau unsur-unsur utama dari kebudayaan antara lain :
Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan.
Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan. Teknologi muncul dalam cara-cara manusia dalam memproduksi hasil-hasil kesenian.
Masyarakat kecil yang berpindah-pindah atau masyarakat pedesaan yang hidup dari pertanian paling sedikit mengenal delapan macam teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik), yaitu:
Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat.
.           Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.
Ada tiga faktor yang dapat memengaruhi perubahan sosial:
  1. tekanan kerja dalam masyarakat
  2. keefektifan komunikasi
  3. perubahan lingkungan alam. Perubahan budaya juga dapat timbul akibat timbulnya perubahan lingkungan masyarakat, penemuan baru, dan kontak dengan kebudayaan lain. Sebagai contoh, berakhirnya zaman es berujung pada ditemukannya sistem pertanian, dan kemudian memancing inovasi-inovasi baru lainnya dalam kebudayaan.
Yang dimaksud dengan penetrasi kebudayaan adalah masuknya pengaruh suatu kebudayaan ke kebudayaan lainnya. Penetrasi kebudayaan dapat terjadi dengan dua cara:
Penetrasi damai (penetration pasifique)
Masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai. Misalnya, masuknya pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam ke Indonesia. 3Penerimaan kedua macam kebudayaan tersebut tidak mengakibatkan konflik, tetapi memperkaya khasanah budaya masyarakat setempat. Pengaruh kedua kebudayaan ini pun tidak mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat. Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan Akulturasi, Asimilasi, atau Sintesis.
Akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli. Contohnya, bentuk bangunan Candi Borobudur yang merupakan perpaduan antara kebudayaan asli Indonesia dan kebudayaan India. Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru. Sedangkan Sintesis adalah bercampurnya dua kebudayaan yang berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan kebudayaan asli.
Penetrasi kekerasan (penetration violante)
Masuknya sebuah kebudayaan dengan cara memaksa dan merusak. Contohnya, masuknya kebudayaan Barat ke Indonesia pada zaman penjajahan disertai dengan kekerasan sehingga menimbulkan goncangan-goncangan yang merusak keseimbangan dalam masyarakat.
Wujud budaya dunia barat antara lain adalah budaya dari Belanda yang menjajah selama 350 tahun lamanya. Budaya warisan Belanda masih melekat di Indonesia antara lain pada sistem pemerintahan Indonesia

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Jadi dalam kehidupan berpendudukan,bermasyarakatan dan kebudayaan kita harus bersosialisasi karena kita adalah mahluk sosial yang membutuhkan satu sama lain dan tidak egois.Bila kita tidak bersosialisasi dengan yang lain,kita tidak akan dapat melakukan segala sesuatu itu dengan sendiri.Dengan kita bersosialisasi terhadap siapapun,kita akan mencapai suatu kesejahteraan sosial.
DAFTAR PUSTAKA

No comments:

Post a Comment